ditumbuhkan, dipelihara, dijaga,
dan dicintai, lalu dia lahirkan dgn risiko kematian. Setolol apapun
ibumu, hargai pendapatnya. Makin irasional ibumu, justru kau harus makin
tunduk padanya. Kau dia besarkan hingga cantik, tampan dan secerdas
itu, tapi kau tak mungkin bisa mengalahkan intuisi ibumu. Meski belum
pernah ketemu dengan pujaan hatimu, ibumu bisa berkata tidak, atau
bahkan meratap tanpa alasan. Ketahuilah, yang menangis itu adalah desir
bisikan naluri paling halus di dalam raga ibumu. Bertahun2 kemudian
kalian akan buktikan bahwa ibumu tak pernah keliru.
No comments:
Post a Comment