Wednesday, 12 September 2012


Cerita yang menurut saya bermakna
Lihat coment dari  pak AS dari  fb tanggal 11-09-12, jam 9;18, melalui laptop dan modem pinjaman di kantor, di P.T Indoxxxx, Pasuruan
1)
hehehe, saya geli-geli campur gimana gitu, waktu sekilas menyimak komentar seorang atlit yg baru saja memenangi salah satu cabang olahraga PON: "Medali ini saya persembahkan untuk anu anu dan anu. Kemenangan ini saya persembahkan kepada seluruh rakyat Indonesia dan khususnya rakyat propinsi anu yg sudah mendukung dan mendoakan saya..". Dalam hati saya berharap dia hanya basa-basi atau bercanda. Ka
lau omonganmu itu kau hayati sungguh2, alangkah kasihan dirimu. Siapa sih rakyat yg mendukung dan mendoakanmu? Siapa yg peduli kalau kau tergusur diskualifikasi? Siapa pula yg gusar kalau kau gagal? Paling pol yg berang ya orang terdekatmu, official dari kelompok delegasimu, para pembesar dari institusi sponsormu... Sudahlah, bilang saja kemenangan itu untukmu sendiri, demi masa depanmu sendiri, demi target hidupmu sendiri. Jangan bebani dirimu dgn hal2 yang abstrak tentang primordialisme atau isme-isme lainnya. Hiduplah dalam mimpi atau pengharapan orang lain atas dirimu, maka selamanya kau jadi bidak catur tanpa jati diri. Tak usahlah berilusi jadi pahlawan atau ikon peradaban. Kalau kau gagal, rasanya sakit sekali. Kejar mimpimu sendiri, jadikan medali itu prasasti pencapaian diri, itu lebih bisa diterima nalar. Ini pendapat pribadi loh... Bukan sirik, sinis atau dengki. Justru ini timbul dari rasa iba pada para atlet yg nasibnya terpuruk dari ksatria di tengah arena, menjadi paria, alias warga tanpa kasta di hari tuanya.... Enjoy your victory while you can make the stadium rock, but when the celebrations are through, ready yourself for a lonely life devoid of glory.

2)
Pursue your own dream. Follow your own passion. Feed your own fantasy. Whet your own appetite. Quench your own thirst. Bear whatever consequences they may bring. Face your defeat with bravado. Blame yourself and be grateful for the opportunity to taste the bitter pill of failure. To live is to learn passionately, endlessly. You may never achieve anything, but at least you have no regrets when your cease living.
Terjemahan google terjemah: Mengejar impian Anda sendiri. Ikuti gairah Anda sendiri. Pakan fantasi Anda sendiri. Merangsang selera Anda sendiri. Dahaga Anda sendiri. Menanggung apapun konsekuensi yang mereka dapat membawa. Hadapi kekalahan dengan keberanian. Menyalahkan diri sendiri dan bersyukur atas kesempatan untuk mencicipi pil pahit kegagalan. Untuk hidup adalah belajar penuh gairah, tanpa henti. Anda mungkin tidak pernah mencapai apa-apa, tapi setidaknya Anda tidak menyesal ketika hidup gencatan Anda.
(ada yang bisa memperbaiki translatenya???) semoga bermanfaat :)

No comments:

Post a Comment