Thursday, 27 September 2012

28 sept 12

Orang cenderung berpikir linier dalam menyikapi dan memaknai perjalanan hidupnya. Mrk lahir, bertumbuh besar, dewasa, lalu menua. Pada fase kematangan usia mrk menganggap usianya sudah senja, roh manusia itu menatap khidmat ke remang petang cakrawala, siap menyambut lembar pamungkas kehidupannya. Mrk merenung, menulis refleksi, menyusun memoar, otobiografi yang sarat petuah dan sari kebijakan, den
gan satu keyakinan bahwa selepas hidup yg hingar bingar ini semua sepi lampus tinggalkan kesenyapan. Mereka lupa menyadari bhw di mata orang lain, entah itu kenalan, handai tolan, atau orang asing yg mereka jumpai di persimpangan jalan, pertemuan dengan mrk barulah awal dari kisah baru yg teramat panjang. Contoh yg nyata ialah pertemanan kita di facebook ini. Kalian yg rata2 berumur 20, 30 atau 40 tahunan berakrab2 dgn saya yg sudah berumur 46. Interaksi, dialog, korespondensi, hubungan hati, kerjasama, kolaborasi penerjemahan atau proyek lainnya, akan menciptakan kisah lain yg amat kompleks dan penuh makna. Inilah cara saya mengatakan bhw dalam hidup kau tak pernah sendirian. You are not the single actor or hero on the colorful pageant of your life. Kau bisa jadi pemeran utama dlm kisah hidupmu, tapi dlm kehidupan sekian ribu orang yg kau temui, kau bisa jadi pahlawan hati, pembawa inspirasi, api penyulut nyali atau semangat yg hampir mati. Namamu, tindakanmu, sikap, kisahmu, kalimat, kata, huruf dan tiap titik koma yg kau torehkan akan abadi berkesan dlm sanubari orang2 yg kau kenal dan kau tinggalkan. You live eternally within their fondest memory. You are what you are and will be: immortality. Behind your trail you leave a timeless legacy. Your kindness will outlive you and spring anew in the hearts of the people you knew. Kaulah setetes air purba yg pernah jadi embun di pucuk daun pakis ribuan tahun silam, kau luruh ke bumi, menghidupi pepohonan raksasa di rimba raya, kau menguap ke awan lalu turun jadi hujan, kau lebur bersama deru ombak lautan, kau mengurai terbang terbawa topan, hidupkan perdu kering di gurun gersang, dan kini kau jadi setets air bebijakan yg merembes di akar lumut di sela batuan. Kau hidup abadi dan terus menginspirasi entah sampai kapan nanti.

No comments:

Post a Comment