Wednesday, 30 January 2013

apakah aq akan menyedekahkan....
kasihan kepada makq, bapakq yang kehilangan (emas yang dititipkan mbakq, n bulikq) hilang dirumah, kebayang kalau aku tinggal di rumah, aq pasti pusing, gak ada pangkal bagaimana mengganti bpkp saja aq tak mampu (yang sepedah grand) apalagi emas sekitar 40gram milik mbakq, dan emas 100gram milik bulikq,..........

Ya Allah panjangkan umur ibu dan bapakq,
Ya Allah...begitu besar ujian di hari tuamu...
apakah ini ujian untukq juga, kalau aQ BANYAK DOSA.... semoga bebrbenah

1)saat mbahq di makamkan, tepat tgl 29 januari 2013, aq pulang....
tepat saat dimakamkan, saat itu rumahq kemalingan

aq harus sedekah,...., MENDOAKAN SEMOGA JADI  REJEKINYA, itu cara Allah sodakoh, bgmn dgn motorq yang ilang bpkpnya.....

Tuesday, 9 October 2012

Lagi-lagi saya dibuat takjub oleh kuatnya gelombang pikiran yang bertaut jadi hubungan batin jika moment dan frekuensinya sama. 10 menit lalu saat mandi di shower saya teringat janji saya akan mengulas pesan imbox alias curhatan teman saya di Situbondo. Cukup lama dia kirim pesan itu tapi saya belum sempat membahasnya. Ketika saya OL lagi muncul notifikasi message dari dia, dan waktu terkirimnya p... esan itu tepat sama, sekitar 10 menit yg lalu. Hubungan batin, bertemunya gelombang pikiran ini saya yakin tak terbatas hanya pada manusia yg sama2 hidup. Orang tua, kekasih, sahabat karib, bahkan seteru lama yg sudah tiada bisa saja menjalin kontak batin dengan kita kalau mereka menghendakinya. Tak diperlukan indera keenam. Cukup hati yang bersih plus sedikit kepekaan. Orang2 terkasih yg sudah marhum kerap menyapa saya lewat mimpi, lewat kehadiranny yang ditandai semilir angin, lewat rasa rindu atau sesalan yg mendadak timbul mengusik kesadaran, lewat bau parfum kesukaan mereka, lewat tema-tema atau citraan yg pernah kita rasakan bersama ketika masih berada di dunia. Contoh fenomena ini terlalu banyak untuk disebutkan. Buat sobat saya Supri Yanto dari Situbondo, sinyalmu sudah kutangkap sebelum pesan itu kau kirimkan. Tunggulah sampai saya benar2 longgar pikiran untuk menanggapinya, sebab saya merasa dosa kalau menjawab pertanyaan hanya dengan satu dua patah kata.

fvb

.. ... ... ...dalam hening kusimak irama detak jantungku, denyut nadiku, tarikan napasku, terbingkai dalam kesadaranku--tentang hidup, tentang waktu, tentang segala rasa yang pernah, sedang dan akan mewarnai hati dan pikiranku. Detik demi detik demi detik demi detik menuju sebuah titik di mana kesadaran jadi beku, di mana terang jadi kelabu, kian senyap, kian bisu, kian layu, lebur menyatu dalam debu semestaMu...