Tuesday, 9 October 2012

Lagi-lagi saya dibuat takjub oleh kuatnya gelombang pikiran yang bertaut jadi hubungan batin jika moment dan frekuensinya sama. 10 menit lalu saat mandi di shower saya teringat janji saya akan mengulas pesan imbox alias curhatan teman saya di Situbondo. Cukup lama dia kirim pesan itu tapi saya belum sempat membahasnya. Ketika saya OL lagi muncul notifikasi message dari dia, dan waktu terkirimnya p... esan itu tepat sama, sekitar 10 menit yg lalu. Hubungan batin, bertemunya gelombang pikiran ini saya yakin tak terbatas hanya pada manusia yg sama2 hidup. Orang tua, kekasih, sahabat karib, bahkan seteru lama yg sudah tiada bisa saja menjalin kontak batin dengan kita kalau mereka menghendakinya. Tak diperlukan indera keenam. Cukup hati yang bersih plus sedikit kepekaan. Orang2 terkasih yg sudah marhum kerap menyapa saya lewat mimpi, lewat kehadiranny yang ditandai semilir angin, lewat rasa rindu atau sesalan yg mendadak timbul mengusik kesadaran, lewat bau parfum kesukaan mereka, lewat tema-tema atau citraan yg pernah kita rasakan bersama ketika masih berada di dunia. Contoh fenomena ini terlalu banyak untuk disebutkan. Buat sobat saya Supri Yanto dari Situbondo, sinyalmu sudah kutangkap sebelum pesan itu kau kirimkan. Tunggulah sampai saya benar2 longgar pikiran untuk menanggapinya, sebab saya merasa dosa kalau menjawab pertanyaan hanya dengan satu dua patah kata.

No comments:

Post a Comment