Wednesday, 12 September 2012

dari fb


Untuk orang2 yang beriman, sakit pun jadi rahmat yg disyukuri. Terutama bagi yang mengimani uang, penyembah kekuasaan, budak nafsu ambisi, terlebih pelaku korupsi atau tersangka penyuapan. Sakit adalah rejeki yg paling dinanti2, sebab penampilan tubuh yg gering, muka yg pucat, bibir yang peot dan mata yang dijuling-julingkan adalah anugerah Tuhan yg bisa menyelamatkan mereka jeruji tahanan. Begitulah, urusan sakit bukan hanya monopoli kaum melarat. Kaum jetset, elit politik, cukong kekuasaan juga kerap memohon diberi sakit yang kontan membuat mereka nampak amat mengenaskan. Untuk keperluan itu diperlukan pengacara bejat, dokter bangsat, preman dan bodyguard, plus, kalau perlu, tukang rias khusus yg bisa menyulap wajah menjadi persis mayat. Bravo, selamat saudara tersangka koruptor, selamat, saudara terduga terpenyuap! Kalian ingin benar2 sakit? Oke saya ikut mendoakan, semoga doa kita diamini setan!!
Q--Pak, umur bibi saya sudah 34 tahun. Dia sering putus kalo pacaran. Cowok2 dia kayaknya tak ada yg serius dlm berhubungan. Terakhir ada yg bersungguh2, tapi dia PNS di instansi, umurnya 47. Bibi saya sebenarnya cinta, tapi melihat umur lelaki itu dia agak bimbang, kan PNS pensiun umur 55 ya pak? Bgm pandangan Bpk?
A--Bibi sampeyan itu cermat juga menghitung prospek masa depan. Keraguan dan kalkulasinya masuk akal, tapi dia lupa bahwa Tuhan bisa membuyarkan kalkulasi dari semua pakar hitungan. Laki2 itu pensiun umur 55, tapi rejeki kan bukan hanya datang dari pekerjaan tetapnya? Siapa tahu kalau mrk nikah dia akan jadi istri yg bawa rejeki alias hoki? Dan kalau bibimu itu benar2 pintar mengutak-atik jangka hitungan masa depan, dia pasti sejak awal sudah menghindari pertemuannya dgn lelaki PNS itu. Buktinya dia jatuh hati juga kan? Itu sudah bukti bahwa ilmu matematika yg dia sombongkan tak selamanya bisa diandalkan. Begini saja, kalau bibimu bener cinta, jalani saja secepatnya. Lelaki umur 47 tahun kan lagi jago-jagonya di ranjang. Kedewasaannya pun relatif lebih matang. Bibimu umur berapa tadi? 34? Pada umur itulah segala pesona dan kematangan perempuan muncul maksimal sebelum grafiknya turun beberapa tahun ke depan. Dia tak tahu itu? Berarti dia payah menghitung siklus kehidupan.
...meneruskan status saya kemaren ttg kematian: kalau you sudah tahu bhw semua mahluk hidup pasti mati, membusuk, jasadnya mengurai, lalu melebur kembali dgn bumi, jadi makanan cacing dan belatung, jadi pupuk pohon kamboja yg menaungi kubur kita, kenapa kita tak berusaha dgn sadar dan sesungguhnya untuk memberi makna terbaik bagi setiap detik yg kita punya? Berpikir positif, selalu optimistis, menebar harapan dan membangkitkan nyali sesama manusia (tapi juga wajib memaki sesuatu yg tidak semestinya), memenuhi relung paru dgn udara yg menghidupkan setiap partikel raga, memenuhi benak dgn rencana, dan merayakan sekecil apapun keberhasilan dan rahmat yang dianugerahkan olehnya, baik yg berupa kesehatan, mengapresiasi indahnya kehidupan, berlapang dada menyambut petaka, cobaan iman, rejeki, pertemanan atau inspirasi yang mencerahkan. Jika kita bisa konsisten mengupayakannya, saya yakin: kapan pun ajal menjemput, kita akan mati dalam keadaan bahagia.

No comments:

Post a Comment